Ketika Makhruh Jadi Haram

Kamis, Agustus 01, 2013

Hal yang banyak membawa kerugian itu emang harus dijauhi. Paling tidak, hukumnya makruh buat umat manusia. Termasuk kerjaan juga, kalau malah nambah bikin masalah , buat apa juga dilanjutin. Namun ternata ada juga kerjaan yang susah –atau emang ga mau- ditinggalin. Ngerokok. Banyak orang mengatakan ngerokok itu banyak kerugiannya. Ga usah gue tulis satu-satu apa aja ruginya ngerokok itu, entar gue didemo GPSI (Gabungan Perokok Seluruh Indonesia). Nb: Singkatan ini gue buat atas dasar semau-maunya gue.

Dan kali ini gue bukan mau ngebahas tentang ngerokok (entar gue didemo GPSI), tapi gue mau ngebahas kerjaan lain yang bisa digolongkan makruh. Kepo. Kenapa gue sebut ini pekerjan? Ya karena ini bagian dari lembur umat remaja, tepatnya lembur di malam hari. Tidak heran kalau sekarang banyak ditemui fosil-fosil yang menjelaskan bahwa anak remaja merupakan makhluk nocturnal.

“Perut gue lapar, susah buat tidur” plus emoticon :’(

“insomnia”

SEMUA ALIBI, ga usah percaya mentah-mentah. Kalau gue lebih milih alibinya “lembur tegah malam”. Terlihat lebih kerenkan, iya keren, udah... setuju aja kalau itu emang keren.

Dulu gue pernah nulis tentang “manfaat kepo”. Layaknya “Yin” dan “Yang” dalam filosofi mandarin, serta perkataan Kakashi bahwa “jurus hebat itu pasti mempunyai efek samping bagi penggunanya”, sekarang gue yakin kepo itu juga menyimpan sisi buruk dan efek samping yang menakutkan. (Sekali lagi) gue ga perlu sebutin satu-satu apa sisi buruk kepo itu. Entar gue didemo FPK (Front Pembela Kepo-ers). Nb: Singkatan ini gue buat atas dasar semau-maunya gue.

“I think you know better than me”, ya karena kalianlah (termasuk gue juga) pelaku, pakar, pecandu, serta dewa-dewi kepo.

Warning: Kepo dapat menyeabkan kecanduan, sakit batin, nyesek hati, dan gangguan otak serta pikiran.

Kepo dan ngerokok itu emang beda tipis,. Udah tau ada peringatan, eh masih aja tetap dilakuin. Kenapa? Karena kepo dan ngerokok itu sama sam candu. Yang namanya hal candu hanya memberikan nikmat sesaat, dan kita seperti diwajibkan untuk mengulangi kerjaan yang itu-lagi-itu-lagi. Belenggu itu rasanya semakin menjadi saat kita coba berhenti untuk menjadi manusia normal (manusia yang tidak kepo). Kalau saja kepo itu sudah dimasukkan ke RUU anti kepo, pastinya sudah dibuat panti rehabilitasi buat tersangka kepo.

Kepo dan ngerokok itu emang beda tipis. Saking beda tipisnya, mungkin dalam beberapa bulan ke depan kepo juga bakal mendapat fatwa makruh dari MUI.belum seberapa, karena hal yang paling ditakuti adalah ketika kepo itu berubah hukumnya dari makruh menjadi haram. APAA?? Inilah salah satu kiamat kecil bagi para remaja.

Kebebasan itu omong kosong. Katanya bebas main sosmed, asal tidak kepo.

Kebebasan itu mustahil. Katannya kita boleh kepo, asal jangan galau, bukan pacar orang, kalau bisa bukan mantan.

Itulah sepercikan kata dari iklan operator kartu 13 tentang kebebasan yang seperti tak ada. Tapi Kalo bicara masalah kebebasan, negeri ini adalah negara yang menganut kebebasan rakyat yang dapat mengakibatkan gelombang unjuk rasa besar-besaran dari para remaja. Siapa bilang Cuma krisis ekonomi yang dapat mengakibatkan demo besar-besaran, perubahan kepo dari makruh jadi haram juga bisa bikin demo, lebih besar malahan. Banyak remaja muda-mudi pasti jelas berada di pasukan tedepan para demonstran. Ga lupa membawa spanduk tanda bahwa mereka melakukan demo: NO ACTION KEPO ONLY. Sekalian aja minum mirai ocha ya biar demonya ganbatte. AYO MAJU REMAJA INDONESIA.

no action, kepo only

Tenanglah para remaja indonesia, pendukung kalian itu banyak. Yang jelas, pasti ada orang kepo yang dikepoin.

You Might Also Like

0 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images