Lem itu, Bernama Ke-(TER)-biasaan

Minggu, Oktober 13, 2013

Kata orang, pengalaman itu adalah guru paling baik di dunia. Kata orang (lagi), kenangan itu adalah diary yang paling sering dibuka walau sudah lama tertutup. Dan menurut gue,

Keterbiasaan adalah lem ingatan paling kuat dalam kehidupan.

Keterbiasaan sebenarnya sedikit berbeda dengan kebiasaan. Secara bahasa, ada “-ter-“ yang terselip dalam kata “ke—biasaan”. Kalian tau apa makna “ter” dalam Bahasa Indonesia?? Ya walaupun nilai Mata kuliah Bahasa gue ga dapat A salah satunya yaitu “tidak sengaja”, atau kesengajaan yang tidak disadari, contoh: termakan.

Duh kok serasa jadi dosen Bahasa Indonesia gini ya, tapi bukan itu poinnya.

Menurut gue (yang semau-maunya gue), keterbiasaan itu dapat menjadi sebuah chip utama penggerak kegiatan kamu setiap harinya. Bayangkan kalau sebuah robot tanpa chip, robot itu akan mati. Begitupun kita, kita akan kebingungan mau ngelakuin apa, jadi seperti ada yang hilang dalam hari kita. Untunglah kita bukan sebuah robot, walaupun tetap aja ada yang kurang. Iyakan? Iya.

Keterbiasaan, kesengajaan yang tidak disadari.

Pernahkah kalian merasa ada yang kurang, Ketika kegiatan yang biasa kalian lakuin, kini tidak biasa kalian lakuin lagi?? Ketika seseorang yang biasanya menemani hari kalian, kini tidak seperti biasanya lagi??

Bagi gue, ada yang hilang ketika gue biasanya lari-larian ngejar masuk kelas gegara terlambat, dan kini udah ga ngejar kelas lagi. Ada yang hilang ketika gue biasanya begadang sampai malam demi ngerjain laporan buat dikumpulin besok, dan kini begadangnya udah ga jelas lagi. Sebenarnya hal yang hilang tersebut, awalnya ga mau gue masukin dalam kebiasaan hidup ini. Namun, karena TER-biasa, jadilah itu suatu rutinitas dan gue pengen ngejalanin itu lagi , saat dimana seharusnya udah terbebas dari hal itu.

Dengan ini juga gue jadi sadar dan mengerti mengapa ada orang yang susah move-on. Iya, karena mereka udah direkatkan pada suatu kebiasaan yang sulit dilupakan itu. Ketika mereka kehilangan sapaan “jangan lupa makan” dari sesorang. Ketika mereka merasa, mengendarai motor kini terasa berbeda dari biasanya. Ketika mereka merasa, "kenapa hari ini dia ga datang ke sekolah" dan tetap saja melirik ke arah yang biasanya ada senyuman yang biasa dinantikannya. Ketika cewek yang baru potong rambut berkata, ”aku rindu rambut panjangku”. Ketika mereka merasa ada yang hilang saat sms tak penting itu tak kunjung datang lagi. Dan memang benar kata orang, KALAU SUDAH TIADA BARU TERASA.


Dan kini, gue harus mereset ulang chip keterbiasaan itu. Kembali membiasakan diri untuk biasa melakukan hal baru. Kembali membiasakan diri tanpa seseorang, seseorang yang belum direkatkan tapi TERekat dengan sendirinya. Dan perekat super itu bernama, KETERBIASAAN.

You Might Also Like

7 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images