Jangan Remehin "Mantan"

Minggu, Januari 06, 2013


"Dia itu cuma mantan aku kok"

Eits, jangan pernah berkata seperti itu. Jangan pernah pula ngeremehin makhluk yang bernama "mantan". Iya walaupun lu udah punya gebetan baru, dan dia udah punya embel-embel "mantan lu", tapi seenggaknya dia pernah ngontrak di hati lu.

Di setiap cerita yang lu laluin setiap harinya, udah pasti ada sebuah kenangan yang sulit dilupakan. Celakanya si pembuat kenangan itu ialah makhluk yang kini sudah beralih nama, dari "pacar" jadi "mantan". Alasan seseorang gagal move on salah satunya ya mantan yang sulit dilupakan, kenangan yang sulit dikubur, atau bahkan ga mau dilupakan dan ga mau dikubur.

Bukan mustahil seorang anak manusia masih menyimpan setitik rasa pada mantannya, walau kadang ga mau mengakuinya. Buktinya masih ada yang masih aktif ngepoin akun si mantan, ngeliat profilnya di fb, ngstalk-in akun dia di twitter. Setelah itu senyum senyum sendiri.

Ada juga yang habis ngepoin akun mantan (secara diam-diam) langsung mendadak sedih, padahal si mantan lagi PDKT sama gebetan barunya.

"Aku bisa move on kok, buktinya aku punya pacar baru".
Pacar baru belum tentu rasa yang lama dibuang. Kadang juga masih sering ngebanding-bandingin yang baru dengan yang lama.



Kadang juga masih sering ingat yang lama, saat yang baru ngecewain.

Dan di setiap kejadian itu pasti ada kenangan. Seenggaknya kita pasti mengakui mantan telah membawa perubahan pada hidup kita. Dari setiap ucapannya, dari dia ngingetin kita. Emang mungkin akan menjadi sebuah kebencian saat mengingat kekecewaan kita. Tapi pernahkah kita berpikir, mengapa kita pernah sangat memujanya, memilihnya untuk menjatuhkan hati padanya.

Kadang juga mantan yang masih berharap membuat usaha moveon gagal. Atau sebaliknya kita yang masih berharap. Masih berusaha biar bisa balikan lagi. Tetap ngasih "kode-kode" ke dia, padahal tau dia ga peka-an. Penyesalan emang sering datang terlambat, Lebih tepatnya selalu datang terlambat.



Ada kemungkinan lu bakalan nyesal setelah menjadikan dia mantan, walau adapula yang malah berpesta.

Gue sempat bingung kenapa sepasang makhluk yang dulunya saling memuja-memuji bisa berubah jadi saling mencaci. Sebagian bilang udah menjadi faedah orang putusan, sebagian lagi takut mengatakan "masih sayang".



Memang harapan adalah setelah putus masih bisa berteman baik seperti dulu, walau kenyataannya ga, atau dibuat engga. Ya, karena takut jatuh cinta pada yang sama, dan ga mau mengakui. Sehingga akhirnya hanya menjadi pemendam rasa sejati.

Sekali lagi jangan ngeremehin makhluk yang satu ini.

Elu juga ga bakal tau kalau rasa itu bisa muncul kembali.

You Might Also Like

2 komentar

Like us on Facebook

Flickr Images